Refleksi Progres Latihan Ujian Praktek Kelas – Gabriella Theresa XII-B2/19

5 Desember 2025 – Pada 5 Desember, saya bertugas untuk mengukur ukuran setiap pemain yang dibutuhkan sebagai tim kostum. Saya dan sie kostum juga sudah mulai mencari tempat persewaan kostum agar tidak terlalu mepet, namun pada tanggal ini tidak terlalu efektif karena kami semua sibuk dengan classmeet dan banyak pemeran yang tidak ada di kelas. Saya sudah mencoba menghubungi beberapa tempat persewaan kostum, namun ada beberapa tempat yang memakan biaya cukup besar sehingga harus mencari tempat persewaan yang lebih murah. Saya belajar untuk bertanggung jawab tugas dari awal proses mengukur walaupun ada beberapa kendala.

7 Desember 2025 – Saya berkontribusi dalam mencari kostum yang tepat untuk setiap pemeran, namun ada kendala saat mencari kostum tersebut karena di drama uprak kami ada pemeran letnan jepang, sedangkan banyak tempat persewaan tidak memiliki kostum tersebut karena dianggap kostum “melawan” Indonesia, jadi saya dan sie kostum harus mencari alternatif lain. Nilai yang dapat saya pelajari adalah problem solving karena memang ada beberapa kendala, namun saya dan sie kostum mencari solusi dari permasalahan tersebut.

10 Desember 2025 – Saya dan sie kostum pergi ke pasar turi untuk mencari kostum yang dibutuhkan, karena setelah kami menghitung budget yang dimiliki, lebih murah untuk membeli langsung daripada menyewa. Namun, disini kendala yang kami alami adalah saat mencari baju gubernur, tidak ada toko yang menjual baju gubernur, yang mereka punya hanya baju presiden, jadi saya dan sie kostum memutuskan untuk membeli jas putih dan kancing emas agar lebih mirip dengan baju gubernur. Selain itu, kendala yang kami alami adalah baju dayak, kami menemukan baju dayak di beberapa toko, namun mereka menjual untuk ukuran anak SD, jadi saya dan sie kostum memutuskan untuk membelinya di online shop. Saya belajar tentang efisiensi dan analisis biaya karena saya dan sie kostum memilih solusi paling ekonomis tanpa menurunkan kualitas tampilan panggung.

12 Desember 2025 – Saya dan sie kostum membuat moodboard kostum untuk setiap pemain dan membahas di google meet. Kendala yang kami alami adalah tidak dapat menemukan beberapa kostum yang sesuai karena drama uprak kami berada pada tahun 1940-an, jadi kami sedikit sulit menentukan kostum yang cocok. Saya belajar untuk menjadi lebih teliti agar setiap kostum, hairdo, dan makeupnya sesuai dengan tahun 1940-an

14 Desember 2025 – Saya dan sie kostum membahas tentang pergantian kostum, dan menentukan siapa yang makeup dayak, tentara, gubernur, dan pemeran lainnya. Nilai yang dapat saya pelajari adalah komunikasi dengan tim kostum, saya belajar untuk bekerja sama membahas setiap hal yang dibutuhkan agar saat tampil kami dapat mengerti sepenuhnya tugas masing-masing.

15 Desember 2025 – Saya dan sie kostum pergi ke pasar turi untuk membeli beberapa aksesoris dan keperluan makeup, namun kami tidak mendokumentasikan.

6 Januari 2026 – Saya mencoba untuk melakukan makeup pemeran dayak menggunakan face paint. Namun, karena ini pertama kalinya saya menggunakan face paint, saya masih belum terbiasa dan tangan masih gemetar, butuh waktu cukup lama untuk menyelesaikan makeup ini. Saya juga mencoba beberapa warna agar tidak hanya putih saja, jadi saya dan sie kostum memutuskan memberikan sedikit warna merah agar terlihat lebih mencolok di panggung nanti. Saya belajar untuk menjadi lebih kreatif untuk menggabungkan warna face paint agar terlihat lebih mencolok dan menarik saat di panggung, saya juga belajar untuk sabar karena harus melakukan trial and error face paint Dayak yang memakan waktu cukup lama.

8 Januari 2026 – Saya mencoba makeup pada semua pemeran (dayak, tentara belanda, tentara Indonesia). Saya sudah beberapa kali mencoba makeup di rumah, jadi saat mencoba di pemeran, sudah lebih cepat dan dapat lebih rapi. Di sini, saya juga membahas untuk memberikan fake blood pada tentara Indonesia karena ada scene dimana tentara Indonesia ditembak oleh Belanda, jadi saya dan sie kostum membahas sebentar bagaimana membuat fake blood nya agar dapat terlihat seperti darah beneran tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli fake blood. Saya belajar tentang konsistensi, karena saya beberapa kali mencoba makeup di rumah agar dapat merias para pemain dengan lebih rapi.

9 Januari 2026 – Saya mencoba makeup tua dengan menggunakan pensil alis. Sebelumnya, saya tidak pernah mencoba makeup seperti ini dan ini merupakan hal baru untuk saya. Namun, setelah saya mencari beberapa tutorial, saya dapat melakukan makeup tua ini. Namun, saya merasa masih perlu latihan lagi karena terlalu kelihatan dibuat-buat keriputnya. Saya belajar untuk memperhatikan detail-detail kecil seperti makeup tua agar benar-benar terlihat seperti seseorang yang berumur 30 dan makeupnya terlihat di panggung seperti keriput beneran.

10 Januari 2026 – Saya dan sie kostum serta pemeran tentara pergi ke benteng kedung cowek untuk membuat video teaser, saya berkontribusi dalam makeup para tentara dan kostum tentara. Saya dan sie kostum menemani ke kedung cowek untuk memastikan tidak ada makeup yang luntur saat pengambilan video. Saya belajar profesionalitas karena saya menemani proses shooting sampai selesai untuk memastikan makeup tetap terjaga.

13 Januari 2026 – Saya dan sie kostum membahas untuk membuat kantong di celana pemeran dayak, karena pada drama uprak kami, kami menggunakan kipas sebagai aksesorisnya dan kipasnya harus ditaruh di kantong agar tidak terlihat oleh penonton. Di sini saya mengukur agar kipas dapat masuk ke kantongnya. Nilai yang dapat diambil adalah inisiatif, karena ikut memikirkan agar kipasnya dapat disembunyikan di kantong.

16 Januari 2026 – Saya bertugas untuk makeup pemeran dayak untuk video teaser juga. Pada tanggal ini, saya dan tim kostum juga merias beberapa pemeran lain, seperti gubernur, pangeran Mohammad Noor, dan letnan Jepang. Saya juga menemani selama proses pengambilan video trailer untuk memastikan tidak ada makeup yang luntur. Saya belajar profesionalitas karena saya menemani proses shooting sampai selesai untuk memastikan makeup tetap terjaga.

9-10 Febuari 2026 – Pada tanggal 9, saya pergi ke lagoon avenue untuk latihan uprak. Namun, saya tidak berkontribusi sebagai sie kostum karena kami hanya melakukan run-through scene drama, namun saya diberi tugas tambahan yaitu memasang clip-on mic untuk para pemeran, jadi saya harus tau mic dioper dari siapa ke siapa. Tanggal 10 saya juga pergi ke studio marvel untuk memastikan pergantian mic dan kostum. Saya belajar untuk multitasking dan bertanggung jawab dengan setiap tugas yang diberikan kepada saya, selain kostum saya bertanggungjawab untuk pergantian mic.

11 Febuari 2026 – Saya mencoba membuat fake blood dengan menggunakan pewarna makanan, tepung maizena, dan air. Awalnya tidak berhasil karena saya menggunakan terlalu banyak air sehingga warnanya menjadi warna pink dan tidak seperti darah, teksturnya juga masih terlalu cair, jadi saya mencoba lagi membuat yang baru dengan menggunakan lebih banyak tepung maizena kemudian saya letakkan pada plastik kecil yang dilubangi menggunakan jangka sehingga saat dipencet dengan tangan, fake bloodnya keluar sehingga saat ada scene tentara tertembak terasa lebih real. Saya belajar untuk lebih teliti dan totalitas dengan membuat fake blood sendiri agar pertunjukan drama nya lebih maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top