Faith Daphlene Ongkowidjojo XIIB2/15
Uprak pagelaran dapat dikatakan sebagai puncak tantangan kelas 12. Hal ini dikarenakan proyek ini melibatkan anggota satu kelas untuk merealisasikan suatu konsep drama yang cukup rumit. Kami dituntut untuk kreatif sekaligus teliti dalam setiap detailnya. Karena melibatkan banyak pihak, kepanitiaan dibagi ke dalam beberapa divisi dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing agar lebih terstruktur. Pada kesempatan tersebut, saya dipercaya menjadi wakil sutradara. Sebagai wakil sutradara, memang saya tidak tampil di panggung. Namun, saya bertugas untuk memastikan seluruh proses dari awal persiapan hingga penampilan akhir berjalan dengan lancar. Saya harus berkolaborasi dan menyatukan seluruh divisi di kelas agar selaras untuk mencapai tujuan bersama drama kami. Meskipun terdapat banyak suka dan duka selama prosesnya, dari kegiatan itu saya belajar banyak hal, mulai dari kerja sama tim, tanggung jawab, hingga cara menghadapi tekanan.

3 September 2025
Sosialiasi UPRAK Pagelaran
Perjalanan dimulai dengan mengikuti sosialisasi. Sosialisasi ini merupakan pertama kalinya kami mendapatkan informasi detail mengenai proyek ini. Saya ingat saat itu terasa cukup overwhelming, karena tersadarkan bahwa ada banyak sekali hal yang harus dipikirkan dan diperhitungkan. Tetapi saya lega karena mendapatkan banyak kejelasan dan pertanyaan yang terjawab melalui proses ini.
21 November 2025
Zoom dengan Narasumber
Penulisan menjadi langkah selanjutnya dalam proses ini. Setelah melakukan diskusi kelas untuk menentukan tokoh, pengundian tokoh dengan Sie Acara, dan presentasi pengenalan alur cerita, tiba saatnya untuk menulis naskah. Saat menulis naskah, kami berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan seorang narasumber, yaitu Pak Heru sebagai cucu Tjilik Riwut. Kami mendapatkan banyak informasi yang detail dan spesifik, yang pasti akan terlewatkan jika tidak melalui wawancara ini.


Scriptreading ke 1 (babak 1-2)


Mengerjakan properti
Setelah naskah selesai, drama dapat mulai direalisasikan. Sebagai wakil sutradara, saya mendampingi dalam scriptreading dan memberi arahan dalam pengerjaan properti untuk memastikan semua proses cocok dengan tujuan akhir yang ingin dicapai, terutama karena pada bulan Desember ini, mulai diadakan latihan dengan Sie Acara untuk penilaian proses.

Latihan Flashmob, Latihan Musical, dan Test Makeup
Peminjaman Ruang Kelas

Latihan Flashmob dan Musical
Dance Studio
Setelah liburan bulan Desember usai, saat kembali masuk sekolah pada bulan Januari kami langsung fokus untuk mempersiapkan kembali Uprak Pagelaran ini karena hari H yang sudah semakin mendekat, tinggal 1 bulan saja. Salah satu kendala yang kami alami adalah memilih tempat untuk latihan, yang tidak hanya cukup untuk menampung teman-teman sekelas tetapi juga cukup leluasa untuk bergerak bebas. Sebagai solusinya, kami sering latihan dengan meminjam kelas sepulang sekolah dan menyewa dance studio sesekali. Karena drama yang kami pentaskan merupakan drama musikal, tarian dan nyanyian yang ditampilkan menjadi elemen penting dalam drama kami. Dalam proses ini, saya lebih fokus untuk melatih nyanyian musikal dengan intens, selain itu juga mengawasi dan memberi masukkan untuk latihan flashmob.

Latihan di Francis Room
Latihan Flashmob

Latihan di V-Hall
Memberi Arahan, Diskusi, dan Latihan

Latihan di Bangsal
Konsultasi Penampilan dengan Guru Pendamping dan Staf
Pada bulan Januari ini, latihan di 3 ruang besar di sekolah juga menjadi semakin intens dan rutin. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin dan seproduktif mungkin. Saya bersyukur karena teman-teman juga sangat kooperatif dalam proses ini, semua berpartisipasi. Terutama saat latihan di bangsal, harus dimanfaatkan sebagai mungkin untuk runthrough dan memvisualisasikan blocking saat hari-H. Latihan di 3 ruang besar ini juga memberikan kesempatan kami sebagai sutradara untuk berdiskusi dengan guru pendamping serta staf sekolah untuk meminta masukkan dan evaluasi, serta menanyakan hal-hal yang kurang jelas.

23 Januari 2026
Recording Vocal untuk Iringan Adegan Tari
Tidak terbatas pada latihan di sekolah saja, ada berbagai persiapan yang perlu kami lakukan di luar sekolah. Contohnya, kami merekam suara untuk salah satu adegan tari dalam drama kami. Awalnya, tarian kami menggunakan musik yang dinyanyikan oleh orang lain. Namun, untuk menambah orisinalitas, kami memutuskan untuk menggantinya dengan suara dari anggota kelas kami yang ahli dalam bernyanyi untuk menambah orisinalitas drama kami.

Memberi Briefing melalui Group WA Kelas

Latihan bersama Sie Acara Guru
Semakin mendekati hari-H, pada akhir Januari kembali diadakan latihan dengan Sie Acara. Kelas kami selalu mengupayakan agar latihan bersama Sie Acara ini berjalan dengan selancar mungkin, memposisikan diri seolah-olah seperti sedang tampil pada hari-H. Tujuannya adalah agar kami bisa mendapatkan saran dan kritik mengenai hal-hal yang mungkin kami sebagai murid lewatkan tetapi dinotice oleh para guru, bukan saran dan kritik karena kesalahan yang kami sadari memang seharusnya tidak kami buat. Itulah mengapa kami mengupayakan latihan dengan Sie Acara harus memberi penampilan semaksimal mungkin. Untuk melakukan hal ini, selain latihan yang tekun juga diperlukan koordinasi yang baik. Sebagai wakil sutradara, tugas saya adalah mengingatkan dan memberi briefing kepada anggota kelas, tidak hanya terbatas di kelas atau saat bertemu saja tetapi juga melalui grup WA kelas.

Briefing bersama Sie Acara

Latihan Flashmob, Mengurus Sosial Media
Pada bulan Februari, kami akan tampil dalam kurang dari dua minggu. Terasa seolah-olah countdown menjadi sangat dekat dan penampilan sudah di depan mata. Pada bulan ini, latihan menjadi semakin intens dan briefing menjadi semakin sering. Selain itu, sosial media promosi kelas juga harus semakin difinalisasi. Para guru Sie Acara memaparkan evaluasi dan mulai mengenalkan layout bangsal pada hari-H, dan informasi ini harus segera disosialisasikan ke teman-teman kelas juga.
Tak terasa, penampilan Uprak sudah dalam hitungan hari saja. Tanggal 9-11 Februari merupakan persiapan Uprak yang paling krusial. Segala bentuk persiapan harus sudah dimatangkan untuk hari-H. Semua teknis sudah harus dipikirkan, tidak ada lagi hal yang ditanyakan karena semuanya sudah yakin. Semua properti harus sudah disempurnakan, gestur dan dialog pemeran harus akurat, dan tarian serta nyanyian harus sudah dijiwai.

Finalisasi Properti dan Mengerjakan Konsep Lighting dan Pembagian Mic
Tanggal 9 Februari, kami mendapatkan banyak waktu untuk mempersiapkan di kelas. Saat itu kami juga diberi kesempatan untuk latihan di bangsal selama 30 menit. Selain itu, saya juga melakukan banyak persiapan dalam hal terkait backstage, contohnya membuat konsep lighting dan membuat pembagian microphone / clip-on yang strategis. Pulang sekolah kami juga melakukan runthrough bersama.

Latihan Bersama

Memberi Arahan kepada Pemeran

Gladi Kotor dan Test Lighting

Briefing
Tanggal 10 Februari adalah Gladi Kotor. Saat gladi kotor, yang kami lakukan adalah latihan blocking tanpa dialog dan mengatur lighting. Saat runthrough pulang sekolah, banyak hal yang harus sudah dipastikan. Sebagai sutradara, harus banyak memberi briefing, arahan, masukkan, dan mengawasi dengan teliti.
Tanggal 11 Februari adalah Gladi Bersih. Pada saat ini kami sudah memposisikan diri seperti memberikan penampilan yang fix di hari-H. Walaupun seharusnya gladi bersih harus dilakukan tanpa kesalahan, kelas kami tetap melakukan banyak kesalahan yang harus dievaluasi. Wajar karena baru pertama kali memposisikan diri sesuai situasi yang persis dengan hari-H. Kami juga sempat terkendala dalam pengaturan lighting, di mana kami kesulitan untuk menemukan konsep yang pas. Setelah beberapa revisi, akhirnya kami yakin.




Akhirnya, pada 12 Februari 2026, kami menampilkan Drama Uprak Pagelaran kami dengan bangga. Dari seluruh rangkaian persiapan dan penampilan yang kami lakukan, hal yang saya rasakan adalah bersyukur. Bersyukur karena kelas kami dapat mempersiapkan dengan semaksimal mungkin dan dapat memberi yang terbaik dalam penampilan. Pengalaman selama Uprak Pagelaran ini adalah perjalanan yang penuh suka duka dan naik turun, tapi tetap adalah pengalaman yang priceless dan tidak mungkin terulang lagi.