September 2025

Bagi saya, proses persiapan ujian praktik kelas telah dimulai sejak bulan September 2025. Sebagai penulis naskah/scriptwriter, saya berproses dalam merancang alur cerita secara keseluruhan mulai dari awal undian tokoh. Selama penulisan alur, saya belajar banyak terkait komunikasi. Karena penulisan ini bukan pekerjaan individu semata, setap keputusan harus melalui diskusi. Dalam berdiskusi mengenai sebuah garis besar alur cerita, terdapat pendapat yang beragam. Setiap pendapat tersebut harus dapat dikomunikasikan dengan baik agar dapat menyatu menjadi sebuah hasil yang selaras dengan gambaran para sutradara dan penulis naskah lainnya. Pada bidang inilah yang terkadang saya menemukan kesulitan, tetapi dapat kami atasi dengan adanya diskusi. Proses ini membuat saya sadar bahwa menjadi penulis naskah bukan hanya soal bisa menulis, tetapi juga mengenai kerja sama. Dari diskusi-diskusi itulah alur cerita kami menjadi semakin matang. Walaupun terdapat tantangan, justu proses yang saya lalui itu berharga karena saya belajar banyak tentang memahami orang lain, bukan hanya perihal menulis.
Oktober–Desember 2025

Memasuki Oktober 2025, saya dengan penulis naskah lainnya mulai menyusun draft pertama naskah yang akan dipentaskan. Awalnya, ide-ide yang terasa jelas di kepala, tetapi ketika dituangkan ke dalam tulisan, terasa sungguh berbeda. Dari satu draft, berkembang menjadi enam draft. Setelah menyelesaikan draft awal, kami mulai berkonsultasi secara bertahap dengan para guru. Konsultasi pertama yang dilakukan adalah dengan guru Bahasa Mandarin. Selanjutnya, saya berkonsultasid engan guru Bahasa Jawa untuk memastikan penggunaan bahasaya yang sesuai. Setelah itu, saya membawa naskah tersebut ke guru Bahasa Indonesia untuk ditinjau secara keseluruhan. Di tahap ini, saya diminta untuk memperpendek naskah. Awalnya, hal ini cukup sulit untuk dilaksanakan karena ada beberapa bagian yang menurut kami penting dan sayang untuk dihapus. Namun, sebuah naskah juga harus bisa efektif. Saya kemudian melakukan revisi dan memadatkan beberapa dialog tanpa menghilangkan inti cerita. Draft selanjutnya merupakan hasil konsultasi dengan guru Bahasa Inggris. Kemudian, naskah sekali lagi dibawa ke guru Bahasa Indonesia, ketika kami diminta untuk memperpendeknya sekali lagi. Di antara proses perpendekan pertama dan kedua ini, sempet terjadi perombakan struktur. Perubahan ini cukup menantng karena harus menyesuaikan ulang transisi antaralur agar tetap mengalir. Revisi terakhir dilakukan pada draft keenam saat latihan bersama dengan para pemeran. Di tahap ini, ternyata ditemukan beberapa dialog yang terlalu panjang ketika diucapkan, dan ada bagian yang kurang mengalir saat dipentaskan. Dari situ, kami bersama-sama melakukan penyesuaian akhir agar naskah lebih nyaman untuk dilaksanakan.
Kesulitan terbesar yang saya hadapi adalah melepaskan bagian-bagian untuk memperpendek naskah. Untuk mengatasinya, saya mencoba untuk lebih terbuka terhadap kritik dan saran dari teman-teman dan juga guru. Dari enam draft yang saya lalui sebagai penulis naskah, syaa belajar bahwa menulis adalah proses yang dinamis dan diwarnai dengan penuh revisi. Dengan ini, saya belajar untuk menerima kritik, lebih sabar, dan lebih siap beradaptasi dengan perubahan demi menghasilkan naskah yang baik.
Januari–Februari 2026

Seusai proses penulisan naskah, tibalah momen latihan bersama dengan kelas. Dalam drama, saya berperan sebagai salah satu narator yang menghubungkan setiap adegan. Peran ini membuat saya harus benar-benar memahami isi cerita dan menyampaikannya dengan jelas agar penonton dapat mengikuti alur dengan baik. Dari peran-peran tersebut, saya belajar bahwa setiap tugas, sekecil maupun sesederhana apa pun, memiliki pengaruh dalam membawa keberhasilan kepada sebuah pertunjukan.

Selain itu, saya juga beberapa kali turut membantu sie dekor dalam persiapan pembuatan properti untuk mewujudkan panggung sesuai dengan adegan-adegan yang telah dirancang. Melalui ujian praktik ini, saya menyadari bahwa proses merupakan pelajaran yang jauh lebih berharga daripada hasil akhir, meski memang hasil akhir pun merupakan komponen yang penting. Saya belajar tentang sejarah dan kerja sama. Tetapi, saya juga belajar mengenali diri sendiri, mengendalikan emosi, dan menghargai peran orang lain. Pengalaman ini merupakan pembelajaran penting yang akan saya terapkan dalam kehidupan saya ke depan, bahkan setelah lulus dari Sinlui.