Priscilla Putri Priyosantoso / XII B2 / 26

Pada tanggal 7 November adalah hari kerja sama sie dekor pertama untuk membuat properti. Kami memilih untuk mengerjakannya di tempat yang sepi di sekolah. Properti yang kami awal buat adalah daun-daun untuk pohon yang terbuat dari kertas krep hijau tetapi kemudian diganti menjadi daun-daun untuk semak-semak.

Pada tanggal 1 Desember, diadakan latihan hanya untuk pemeran dalam drama. Pada hari ini, saya ikut latihan karena memiliki peran menjadi narator. Latihan menjadi narator terasa sulit karena saya belum pernah menjadi narator sehingga belum bisa maksimal.



Pada tanggal 2-4 Desember, saya juga masih latihan untuk menjadi narator. Setelah latihan narator, baru saya membantu sie dekor membuat properti seperti api unggun, tongkat, mesin ketik, batu bata, dan lainnya. Ketika saya selesai latihan narator, propertinya sudah dibentuk jadi saya hanya membantu dalam mengecat dan juga mengelem bagian-bagian propertinya.



Kita juga mengadakan beberapa latihan mandiri. Tempat yang kami pilih biasanya adalah di Marvel, Lagoon dan satu kali di Ivy. Beberapa kali kita melakukan latihan tanpa properti karena belum jadi. Setelah properti jadi, kita kemudian membawa properti-properti tersebut saat kita latihan mandiri. Membawa properti tersebut tidaklah mudah karena ada beberapa yang berukuran besar sehingga harus dipindahkan dengan mobil.
Pengalaman menjadi bagian dari sie dekor menurutku seru tetapi ribet karena memerlukan tempat dan juga waktu untuk membuat properti-properti yang dibutuhkan untuk drama. Tidak hanya tempat dan waktu, kita juga perlu untuk pintar dalam menggunakan dana yang dipercayakan kepada kita agar tidak menggunakan dana secara berlebihan. Jadi, kami mencari bahan dan alat yang relatif murah atau yang sudah tersedia. Akhirnya, ada beberapa alat seperti kuas yang cepat rusak sehingga sulit untuk digunakan tetapi masih diperlukan untuk mengecat banyak properti. Tempat untuk membuat properti adalah di rumah yang bisa menampung properti. Tetapi, ada beberapa rumah yang jauh dan memerlukan waktu perjalanan ke tempat tujuan yang lebih lama karena kita tidak tinggal di satu daerah saja. Saat properti selesai dibuat, ada beberapa yang rusak saat digunakan latihan sehingga harus diperbaiki kembali, ada juga yang diganti-ganti warnanya sehingga menggunakan cat yang banyak, ada properti yang dibuat mendekati hari-h dan ada juga properti yang tidak jadi dipakai.
Pengalaman menjadi narator bagiku adalah hal yang baru. Sulit bagiku untuk mengatur intonasi dari suara karena belum pernah menjadi narator. Menarasikan dalam bahasa Indonesia dan dalam bahasa Inggris cukup mudah bagiku, dalam bahasa Jawa saya kesulitan karena tidak mengerti bahasa Jawa. Akan tetapi, pertolongan dari teman-teman sangat aku hargai karena saya melihat peningkatan dari hari pertama latihan.