Eugenia Tiffany XIIB2/14
Selama persiapan UPRAK Anakletus Tjilik Riwut dari bulan Desember hingga Februari, kami mengalami berbagai kendala yang cukup kompleks, mulai dari sulitnya menyatukan jadwal latihan karena bentrok dengan kegiatan akademik, les, dan organisasi, sehingga intensitas latihan tidak selalu stabil, lalu muncul juga miskomunikasi antar anggota terkait perubahan blocking, dialog, serta konsep adegan yang membuat beberapa bagian harus diulang berkali-kali, ditambah dengan penguasaan naskah yang belum merata sehingga alur cerita sempat terasa terputus-putus; selain itu, kami juga menghadapi keterbatasan properti dan kostum yang belum sepenuhnya sesuai konsep awal, serta tekanan mental menjelang hari-H yang membuat beberapa anggota merasa gugup dan kurang percaya diri, namun melalui evaluasi rutin, penjadwalan ulang yang lebih terstruktur, pembagian tugas yang jelas, latihan per scene, serta dukungan dan kerja sama yang solid antar anggota, seluruh kendala tersebut perlahan dapat diatasi dan justru memperkuat kekompakan tim dalam mempersiapkan pementasan ini.