Jumat, 7 November 2025
Pada 7 November 2025, kami melaksanakan kerja kelompok pertama untuk membuat properti bushes di sekolah sebagai bagian dari persiapan ujian praktik. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam proses panjang pembuatan properti panggung. Meskipun terlihat sederhana, pembuatan bushes memerlukan perencanaan yang matang agar hasilnya rapi dan dapat digunakan dengan maksimal saat penampilan nanti.
Pada tahap awal, saya dan teman-teman fokus membuat daun-daun bushes terlebih dahulu. Saya yang memberi ide memotong kertas krep menjadi bentuk lingkaran, kemudian melipatnya dengan hati-hati agar membentuk tekstur yang menyerupai daun. Setelah itu, bagian tengahnya diikat supaya lipatan tidak terlepas dan bentuknya tetap kokoh. Proses ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran karena setiap potongan harus memiliki ukuran dan kerapian yang kurang lebih sama agar terlihat serasi saat dirangkai.
Daun-daun yang sudah selesai kemudian kami kumpulkan dan simpan untuk digunakan pada bulan Januari, ketika base bushes sudah dibuat. Dengan menyelesaikan bagian daun lebih awal, kami dapat menghemat waktu dan mempersiapkan tahap selanjutnya dengan lebih terorganisir. Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa pekerjaan besar bisa terasa lebih ringan jika dikerjakan secara bertahap dan dengan kerja sama tim yang baik.
Selasa, 2 Desember 2025
Pada 2 Desember 2025, kami melanjutkan pengerjaan properti di rumah Petri sebagai bagian dari persiapan ujian praktik. Kegiatan ini difokuskan pada pembuatan properti-properti kecil yang akan digunakan dalam beberapa adegan penting. Meskipun ukurannya tidak besar, properti kecil tetap memiliki peran penting dalam mendukung alur cerita agar terlihat lebih nyata dan meyakinkan.
Pada hari itu, kami membuat properti seperti telepon dan alat komunikasi pesawat. Saya membantu membuat pola dan menyusun telepon dari kardus bersama teman saya serta membuat base dari properti pesawat dan menyusunnya menjadi bentuk kotak serta membuat detail kecil-kecilnya juga. Setelah itu, properti dirakit dan dihias agar menyerupai bentuk aslinya. Kami berusaha memperhatikan detail warna dan bentuk supaya properti tampak realistis saat digunakan di atas panggung.
Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa properti sekecil apa pun tetap membutuhkan ketelitian dan kreativitas. Pengerjaan yang rapi akan membuat penampilan drama terlihat lebih profesional. Selain itu, bekerja bersama di rumah teman juga melatih kekompakan dan kerja sama tim dalam menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Senin-Selasa 8-9 Desember 2025
Pada 8 dan 9 Desember 2025, kami kembali melanjutkan pengerjaan properti di rumah Petri. Selama dua hari tersebut, pekerjaan kami semakin berkembang karena mulai masuk ke tahap pembuatan properti yang lebih besar dan lebih detail. Suasana kerja terasa lebih serius karena kami harus membagi tugas agar semua target dapat tercapai tepat waktu.
Kami mulai membuat properti typewriter yang akan digunakan dalam salah satu adegan. Prosesnya cukup menantang karena kami harus membentuk bagian-bagian seperti papan ketik dan badan mesin agar terlihat menyerupai aslinya, saya menggunakan tutup botol cleo kecil untuk membentuk tombol typewriter nya kemudian dicat hitam dan hurufnya ditulis dengan tip ex cair. Selain itu, kami juga mulai membuat base bushes sebagai dasar untuk daun-daun yang sebelumnya telah dibuat pada bulan November dan juga melukis pola pada tongkat untuk properti menari serta membuat api unggun dari kardus dan kertas krep. Bagian dasar ini harus cukup kuat agar dapat menopang seluruh rangkaian daun saat dipasang nanti.
Tidak hanya fokus pada pengerjaan properti yang sedang dibuat, kami juga mulai berdiskusi mengenai rencana pembuatan pesawat. Kami memikirkan desainnya, bahan apa saja yang diperlukan, serta bagaimana cara membuatnya agar kokoh tetapi tetap mudah dipindahkan. Dari dua hari tersebut, saya belajar bahwa perencanaan yang matang sangat penting sebelum memulai proyek besar agar proses pengerjaan dapat berjalan lebih terarah dan efisien.
Rabu, 10 Desember 2026
Pada 10 Desember 2025, kami melaksanakan latihan flashmob sekaligus run through di Vision Studio Marvel. Latihan ini menjadi salah satu momen penting karena kami mulai mencoba menyatukan gerakan flashmob dengan alur keseluruhan drama. Tidak hanya fokus pada tarian, kami juga melihat bagaimana transisi antara adegan dapat berjalan dengan lancar.
Dalam sesi flashmob, kami memperbaiki kekompakan gerakan, ketepatan tempo, serta formasi agar terlihat lebih rapi dan selaras. Setelah itu, kami melanjutkan dengan run through untuk mengetahui bagian mana yang masih kurang, baik dari segi timing, posisi, maupun koordinasi antaranggota. Latihan ini membantu kami melihat gambaran besar penampilan sehingga kami bisa segera melakukan evaluasi.
Dari kegiatan tersebut, saya belajar bahwa latihan di tempat yang lebih menyerupai panggung asli membuat kami lebih siap secara mental maupun teknis. Meskipun masih terdapat kekurangan, latihan di hari itu menjadi langkah penting dalam mematangkan konsep sebelum memasuki tahap latihan yang lebih intensif di bulan berikutnya.
Selasa, 6 Januari 2026
Pada Sabtu, 10 Januari 2026, kami melanjutkan persiapan dengan fokus pada perbaikan dan pembuatan properti di rumah Ave. Saya ikut dalam kegiatan memperbaiki properti pesawat agar tampil lebih kuat dan rapi saat digunakan di panggung. Selain itu, saya juga membantu membuat ikan-ikanan dari kardus yang akan menjadi bagian dari latar cerita. Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian, mulai dari menggambar pola, memotong kardus, hingga mewarnainya agar terlihat menarik dan sesuai tema.
Tidak hanya itu, saya juga ikut menjahit kain yang akan digunakan untuk flashmob. Meskipun bukan hal yang mudah, saya belajar untuk sabar dan teliti dalam menjahit agar hasilnya rapi dan nyaman digunakan. Dari kegiatan hari itu, saya menyadari bahwa keberhasilan sebuah drama tidak hanya bergantung pada para pemain di atas panggung, tetapi juga pada kerja keras tim di balik layar.
Melalui kegiatan pada 10 Januari 2026 ini, saya belajar tentang tanggung jawab, pemecahan permasalahan, kreativitas, serta pentingnya kerja sama tim. Semua proses yang kami jalani, mulai dari pembuatan properti yang paling sederhana hingga kompleks, menjadi bagian penting dalam mewujudkan penampilan drama yang lancar dan maksimal pada hari ujian praktik nanti.
Kamis, 8 Januari 2026
Pada tanggal 8 Januari 2026, saya bersama teman-teman mengikuti kegiatan flashmob sebagai bagian dari persiapan ujian praktik yang akan dilaksanakan pada 12 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sepulang sekolah dan menjadi momen evaluasi karena kami memutuskan untuk melakukan perubahan konsep dengan menambahkan properti kain. Akibatnya, beberapa gerakan harus disesuaikan, posisi diperbaiki, serta ekspresi diperkuat agar selaras dengan tema drama. Kami juga menata ulang koreografi, musik, dan formasi agar penampilan terlihat lebih rapi, seimbang, dan mendukung alur cerita.
Saya terlibat aktif dalam proses perubahan tersebut dan belajar untuk lebih serius memperhatikan detail, mulai dari hafalan gerakan, ketepatan tempo, hingga ekspresi wajah. Kami harus berlatih berulang kali agar gerakan kompak dan sesuai dengan penggunaan properti. Selain itu, pada 9 Januari 2026 kami melakukan run through kasar untuk mengetahui timing keluar-masuk properti agar tidak mengganggu jalannya adegan. Latihan ini membantu saya memahami pentingnya ketepatan waktu dan koordinasi tim.
Pada 10 Januari 2026, kami melanjutkan persiapan dengan memperbaiki properti pesawat, membuat ikan-ikanan dari kardus, serta menjahit kain untuk flashmob. Dari seluruh rangkaian kegiatan ini, saya belajar tentang tanggung jawab, kerja keras, serta pentingnya menerima kritik demi hasil yang lebih baik. Semua proses tersebut menjadi bagian penting untuk mewujudkan penampilan drama yang lancar dan maksimal pada hari ujian praktik nanti.
Jumat, 9 Januari 2026
Dalam rangka mempersiapkan ujian praktik yang akan dilaksanakan pada 12 Februari 2026, kami menjalani berbagai tahapan latihan yang semakin intensif. Setelah kegiatan flashmob pada 8 Januari 2026, pada Jumat, 9 Januari 2026, kami melaksanakan kegiatan run through yang masih bersifat kasar di sekolah pada saat sepulang sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat gambaran keseluruhan jalannya drama dari awal hingga akhir, meskipun belum sempurna.
Pada run through tersebut, saya fokus memahami kapan dan dari mana properti harus dikeluarkan, serta pada bagian mana properti harus segera dikembalikan. Karena saya terlibat dalam bagian properti, saya harus benar-benar memperhatikan alur adegan dan timing setiap perpindahan scene. Dari latihan ini, saya menyadari bahwa ketepatan waktu sangat penting. Jika properti terlambat masuk atau terlambat keluar, alur cerita bisa terganggu dan suasana drama menjadi kurang maksimal. Walaupun masih banyak kekurangan, kegiatan ini sangat membantu kami mengetahui bagian-bagian yang perlu diperbaiki sebelum latihan berikutnya.
Melalui kegiatan pada 9 Januari 2026 ini, saya belajar tentang tanggung jawab, ketepatan waktu, serta pentingnya kerja sama tim. Semua proses yang kami jalani, mulai dari bagaimana properti nya bisa digerakan dengan mudah, tidak menghalangi jalan para pemain, serta tidak merepotkan pemeran drama harus diperhatikan agar drama dapat berjalan dengan lancar dan maksimal pada hari ujian praktik nanti.
Minggu, 11 Januari 2026
Pada Minggu, 11 Januari 2026, kami melaksanakan *run through* seluruh adegan hingga benar-benar matang dan siap ditampilkan. Latihan kali ini difokuskan pada kelancaran keluar-masuk pemain dan properti, penyesuaian timer OBS, serta penggunaan kostum agar sesuai dengan konsep pertunjukan. Kami ingin memastikan setiap transisi berjalan rapi tanpa hambatan sehingga alur drama tetap terjaga dari awal hingga akhir.
Latihan tersebut dilaksanakan di Vision Studio Marvel pada pukul 15.00–18.00. Dengan suasana studio yang mendukung, kami dapat berlatih secara lebih serius dan terstruktur. Penggunaan kostum saat latihan juga membantu kami membayangkan kondisi sebenarnya saat hari ujian praktik, sehingga kami bisa mengantisipasi kendala seperti gerak yang terbatas atau waktu pergantian yang terlalu lama.
Melalui kegiatan ini, saya semakin memahami pentingnya kesiapan teknis dan kerja sama tim. Tidak hanya menghafal peran, tetapi juga memastikan aspek teknis seperti timing, properti, dan kostum berjalan selaras. Latihan pada hari itu membuat kami lebih percaya diri karena seluruh adegan sudah dijalankan secara menyeluruh dan terasa semakin mantap menjelang ujian praktik.
Sabtu 16 Januari 2026
Pada 16 Januari 2026, kami melaksanakan kegiatan photoshoot untuk setiap seksi (per sie) sebagai bagian dari persiapan ujian praktik. Kegiatan ini bertujuan untuk mendokumentasikan setiap tim yang terlibat dalam proyek drama, mulai dari pemain hingga tim di balik layar seperti properti, kostum, dan publikasi. Melalui sesi foto ini, setiap sie dapat menunjukkan peran dan kontribusinya dalam mendukung kelancaran penampilan.
Saat photoshoot, kami menampilkan identitas masing-masing sie dengan properti atau perlengkapan yang menjadi tanggung jawab kami. Kegiatan ini juga menjadi momen kebersamaan yang menyenangkan setelah melalui berbagai proses latihan dan pengerjaan properti yang cukup melelahkan. Selain itu, hasil foto nantinya dapat digunakan untuk publikasi, kenang-kenangan, maupun dokumentasi sekolah.
Dari kegiatan ini, saya menyadari bahwa setiap sie memiliki peran yang sama pentingnya dalam kesuksesan drama. Photoshoot bukan hanya sekedar berfoto, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh anggota tim yang telah berkontribusi sejak awal persiapan.
Selasa 27 Januari 2026
Pada 27 Januari 2026, kami menyelesaikan pengerjaan properti pesawat di sekolah sebagai tahap akhir sebelum digunakan saat gladi dan penampilan. Pada tahap ini, kami memastikan setiap bagian pesawat sudah terpasang dengan kuat dan terlihat rapi. Beberapa bagian diperkuat kembali agar tidak mudah lepas saat dipindahkan atau digunakan di atas panggung. Kami juga mengecek keseimbangan dan kemudahan saat membawa properti tersebut agar proses keluar-masuk panggung tetap lancar.
Selain menyelesaikan pesawat, kami juga memperbaiki bushes yang sebelumnya sudah dibuat. Kami menyadari bahwa bagian dasarnya masih kurang kokoh sehingga berisiko mudah jatuh ketika tersenggol atau terkena angin dari pergerakan pemain. Oleh karena itu, kami menambahkan penyangga dan memperkuat rangkanya agar lebih stabil saat digunakan.
Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa tahap penyempurnaan sangat penting dalam sebuah proyek. Tidak cukup hanya selesai dibuat, tetapi properti juga harus diuji kekuatannya dan diperbaiki jika masih ada kekurangan. Dengan kerja sama dan ketelitian, kami berharap semua properti dapat digunakan dengan aman dan mendukung penampilan drama secara maksimal.
Sabtu, 31 Januari 2026
Pada hari Sabtu, 11 Januari 2026 pukul 11.00 hingga selesai, telah dilaksanakan rapat besar melalui Google Meet. Rapat ini membahas durasi blackout yang diperlukan dalam setiap pergantian adegan, khususnya untuk memastikan keluar-masuk properti berjalan tepat waktu dan tidak mengganggu alur drama. Penentuan waktu *blackout* menjadi hal yang sangat penting agar transisi terlihat rapi dan profesional.
Dalam rapat tersebut, saya membantu mencatat secara detail properti apa saja yang harus keluar dan properti apa saja yang harus masuk pada setiap pergantian adegan. Catatan ini sangat membantu tim agar durasi blackout sesuai dengan kebutuhan dan tidak terlalu lama maupun terlalu singkat. Dengan perencanaan yang matang, diharapkan semua perpindahan properti dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
Seluruh anggota diwajibkan hadir, menyimak, dan mencatat karena rapat ini bersifat sangat penting. Melalui rapat ini, kami semakin memahami pentingnya koordinasi dan ketelitian demi kelancaran penampilan pada hari ujian praktik nanti.
Jumat 6 Februari 2026
Pada Jumat, 6 Februari 2026, kami melaksanakan kegiatan menggambar sketsa pada kain yang akan digunakan untuk flashmob. Tahap ini merupakan langkah awal sebelum proses pengecatan dilakukan. Kami harus memastikan desain yang dibuat sesuai dengan tema drama serta terlihat jelas ketika ditampilkan di atas panggung.
Dalam proses pembuatan sketsa, saya bertugas menggambar tjilik riwut yang berada di tengah serta membantu menggambar pulau-pulau di sisi kanan. Sketsa ini menjadi panduan penting saat proses melukis, sehingga warna dan bentuk tidak melenceng dari konsep yang telah direncanakan sebelumnya. Ketelitian sangat dibutuhkan agar hasil akhirnya rapi dan menarik.
Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa perencanaan visual sangat menentukan kualitas hasil akhir. Dengan membuat sketsa terlebih dahulu, proses melukis menjadi lebih terarah dan efisien. Tahap ini juga melatih saya untuk lebih sabar dan fokus dalam mengerjakan detail kecil demi mendukung kesuksesan penampilan flashmob.
Sabtu-Minggu 7-8 Februari 2026
Pada tanggal 7–8 Februari 2026, kami melaksanakan pengerjaan kain untuk flashmob dengan melukisnya di rumah Yujin. Kegiatan ini bertujuan untuk memperindah properti kain yang akan digunakan saat penampilan agar lebih sesuai dengan tema dan konsep drama. Suasana pengerjaan cukup serius karena kami harus memastikan hasil lukisan terlihat jelas saat digunakan di panggung.
Kami mulai dengan menentukan desain dan warna yang selaras dengan konsep flashmob. Setelah itu, kain dibentangkan agar mudah dilukis, lalu kami secara bergantian mewarnai dan menambahkan detail agar tampilannya lebih hidup. Proses ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran, terutama agar cat tidak terlalu tipis atau terlalu tebal serta cepat kering sebelum dilipat kembali.
Dari kegiatan dua hari tersebut, saya belajar bahwa persiapan yang detail sangat berpengaruh pada hasil akhir penampilan. Melalui kerja sama dan pembagian tugas yang baik, pengerjaan kain dapat selesai tepat waktu dan siap digunakan saat gladi maupun hari-H ujian praktik.
Minggu, 8 Februari 2026
Pada Minggu, 8 Februari 2026, saya belajar tarian untuk lagu Cik Cik Periuk bagian awal dengan menggunakan properti koran. Latihan ini dilakukan di apartemen Pauline sebagai bagian dari persiapan penampilan drama dan flashmob. Fokus latihan kali ini adalah memantapkan gerakan pembuka agar terlihat kompak, enerjik, dan langsung menarik perhatian penonton.
Penggunaan koran sebagai properti membuat gerakan menjadi lebih menantang karena saya harus menyesuaikan koordinasi tangan dan tempo agar tetap sinkron dengan musik. Selain menghafal urutan gerakan, saya juga melatih ekspresi wajah supaya suasana tarian terasa hidup dan sesuai dengan karakter yang dibawakan. Kami mengulang bagian awal berkali-kali hingga gerakan terasa lebih mantap dan tidak ragu-ragu.
Dari latihan tersebut, saya belajar bahwa detail kecil di bagian pembuka sangat menentukan kesan pertama penampilan. Dengan berlatih secara konsisten dan serius, saya menjadi lebih percaya diri dalam membawakan tarian tersebut saat hari-H nanti.
Senin, 9 Februari 2026
Pada 9 Februari 2026, kami melaksanakan run through di Lagoon sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum gladi. Latihan ini bertujuan untuk memastikan seluruh adegan berjalan lancar, terutama dalam hal perpindahan posisi, keluar-masuk properti, dan kekompakan antaranggota. Kami berusaha meminimalkan kesalahan agar alur drama semakin rapi dan siap ditampilkan.
Selain run through, pada hari yang sama kami juga membuat properti koran di sekolah. Koran tersebut ditempel pada kardus agar lebih tebal dan tidak mudah rusak saat digunakan di panggung. Setelah itu, kami menambahkan tulisan sesuai kebutuhan adegan supaya terlihat lebih jelas dan mendukung suasana cerita.
Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa persiapan teknis sekecil apa pun tetap memiliki peran penting dalam kesuksesan penampilan. Dengan latihan yang konsisten serta properti yang dipersiapkan dengan baik, kami semakin siap menghadapi hari ujian praktik dengan lebih percaya diri.
Selasa, 10 Februari 2026
Pada 10 Februari 2026, kami melaksanakan run through di Vision Studio Marvel sebagai salah satu latihan terakhir sebelum penampilan. Latihan ini difokuskan pada kelancaran keseluruhan adegan dari awal hingga akhir tanpa banyak berhenti, sehingga kami bisa merasakan alur pertunjukan secara utuh.
Dalam run through ini, kami semakin memperhatikan detail seperti timing keluar-masuk properti, kekompakan gerakan, ekspresi, serta transisi antaradegan. Karena dilakukan di studio, suasananya terasa lebih serius dan mendekati kondisi sebenarnya saat tampil. Hal ini membantu kami mengukur kesiapan tim secara menyeluruh.
Melalui latihan tersebut, saya merasa lebih percaya diri karena banyak bagian yang sudah terlihat lebih rapi dan terkoordinasi. Meskipun masih ada hal kecil yang perlu diperbaiki, run through di hari itu menjadi langkah penting untuk memantapkan penampilan menjelang hari-H ujian praktik.
Rabu, 11 Februari 2026
Pada 11 Februari 2026, kami melaksanakan run through terakhir di Ivy sebagai latihan penutup sebelum hari penampilan. Latihan ini menjadi momen penting untuk memastikan seluruh rangkaian acara benar-benar siap, baik dari segi tarian, akting, maupun teknis panggung. Suasana latihan terasa lebih serius karena kami menyadari bahwa ini adalah kesempatan terakhir untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
Fokus utama pada hari itu adalah penyempurnaan keseluruhan tarian serta kelancaran keluar-masuk properti. Kami memastikan setiap gerakan sudah kompak, tempo sesuai dengan musik, dan ekspresi mendukung suasana adegan. Selain itu, timing perpindahan properti diperiksa kembali agar tidak terjadi keterlambatan atau kebingungan saat transisi berlangsung.
Melalui latihan akhir ini, saya merasa seluruh tim semakin solid dan siap menghadapi ujian praktik. Semua proses panjang yang telah kami jalani sejak awal akhirnya terasa terbayar dengan kesiapan yang lebih matang. Latihan di Ivy menjadi penutup yang menguatkan rasa percaya diri kami sebelum tampil secara resmi.









