Proses Panjang di Balik Ujian Praktik Tjilik Riwut – Joyce Ricardo XIIB2/21

Jumat, 7 November 2025

Pada tanggal 7 November 2025, kami memulai persiapan ujian praktik dengan kerja kelompok pertama di sekolah. Kegiatan awal ini adalah membuat properti bushes yang nantinya akan digunakan di panggung. Walaupun terlihat sederhana, proses pembuatannya tetap membutuhkan perencanaan agar hasilnya rapi dan bisa dipakai dengan baik.

Saya ikut memberi ide untuk membuat daun bushes dari kertas krep yang dipotong berbentuk lingkaran, lalu dilipat dan diikat di bagian tengahnya agar menyerupai daun. Proses ini membutuhkan kesabaran karena setiap daun harus dibuat dengan ukuran dan kerapian yang hampir sama. Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa pekerjaan besar akan terasa lebih ringan jika dikerjakan sedikit demi sedikit dan dilakukan bersama-sama.

Selasa, 2 Desember 2025

Pada 2 Desember 2025, kami melanjutkan pengerjaan properti di rumah Petri. Fokus kegiatan kali ini adalah membuat properti kecil yang akan digunakan dalam beberapa adegan. Saya membantu membuat telepon dari kardus serta menyusun base alat komunikasi pesawat, termasuk menambahkan detail-detail kecil agar terlihat lebih nyata.

Dari kegiatan ini, saya menyadari bahwa meskipun ukurannya kecil, properti tetap memiliki peran penting dalam mendukung jalannya cerita. Ketelitian dan kreativitas sangat dibutuhkan agar hasilnya terlihat rapi saat ditampilkan di atas panggung.

Senin–Selasa, 8–9 Desember 2025

Pada tanggal 8 dan 9 Desember 2025, kami kembali mengerjakan properti di rumah Petri. Kali ini, pekerjaan mulai masuk ke tahap yang lebih menantang karena kami membuat properti yang lebih besar dan detail, seperti typewriter. Saya membantu membuat bagian tombol dengan menggunakan tutup botol kecil yang dicat hitam dan diberi huruf menggunakan tipe-x cair.

Selain itu, kami mulai membuat base bushes sebagai penyangga daun yang sudah dibuat sebelumnya, membuat api unggun dari kardus dan kertas krep, serta melukis pola pada tongkat properti menari. Kami juga berdiskusi mengenai rencana pembuatan properti pesawat. Dari dua hari ini, saya belajar bahwa perencanaan sangat penting agar pekerjaan bisa berjalan lebih terarah dan efisien.

Rabu, 10 Desember 2025

Pada 10 Desember 2025, kami menjalani latihan flashmob sekaligus run through di Vision Studio Marvel. Latihan ini bertujuan untuk menyatukan gerakan tarian dengan alur drama secara keseluruhan. Kami memperbaiki kekompakan gerakan, tempo, formasi, serta transisi antaradegan.

Latihan ini membantu kami melihat gambaran penampilan secara utuh. Saya jadi menyadari bahwa latihan di tempat yang menyerupai panggung asli membuat kami lebih siap, baik secara mental maupun teknis.

Jumat, 9 Januari 2026

Pada 9 Januari 2026, kami melaksanakan run through kasar di sekolah untuk memahami alur drama serta timing keluar-masuk properti.

Sabtu, 10 Januari 2026

Pada 10 Januari 2026, kami melanjutkan pengerjaan properti di rumah Ave. Saya membantu memperbaiki properti pesawat agar lebih kuat, membuat ikan-ikanan dari kardus, serta ikut menjahit kain untuk flashmob. Walaupun cukup melelahkan, kegiatan ini membuat saya sadar bahwa keberhasilan drama tidak hanya bergantung pada pemain, tetapi juga pada kerja keras tim di balik layar.

Minggu, 11 Januari 2026

Pada 11 Januari 2026, kami melaksanakan run through penuh di Vision Studio Marvel. Latihan ini difokuskan pada kelancaran transisi adegan, penggunaan properti, pengaturan waktu, serta pemakaian kostum. Latihan ini membuat kami semakin memahami alur penampilan secara keseluruhan.

Sabtu, 16 Januari 2026

Pada 16 Januari 2026, kami mengadakan sesi photoshoot per sie sebagai bentuk dokumentasi dan apresiasi untuk seluruh tim. Setiap sie menampilkan perannya masing-masing. Kegiatan ini menjadi momen kebersamaan yang menyenangkan setelah melalui proses latihan dan persiapan yang cukup panjang.

Selasa, 27 Januari 2026

Pada 27 Januari 2026, kami menyelesaikan pengerjaan properti pesawat di sekolah dan memperbaiki bushes agar lebih kokoh. Kami memastikan semua properti aman, rapi, dan mudah dipindahkan saat digunakan di panggung. Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa tahap akhir dan penyempurnaan sangat penting sebelum penampilan.

Jumat–Minggu, 6–8 Februari 2026

Pada 6 Februari 2026, saya menggambar sketsa Tjilik Riwut dan pulau-pulau pada kain flashmob. Sketsa ini menjadi panduan saat proses melukis yang dilakukan pada 7–8 Februari 2026 di rumah Yujin. Proses ini melatih saya untuk lebih teliti dan sabar dalam mengerjakan detail visual.

Minggu–Rabu, 8–11 Februari 2026

Pada 8 Februari 2026, saya berlatih tarian pembuka menggunakan properti koran. Setelah itu, pada 9 dan 10 Februari 2026, kami melaksanakan run through di Lagoon dan Vision Studio Marvel. Terakhir, pada 11 Februari 2026, kami menjalani run through final di Ivy sebagai latihan penutup sebelum hari penampilan.

Dari seluruh rangkaian persiapan hingga latihan akhir, saya tidak hanya mendapatkan pengalaman teknis tentang properti dan penampilan, tetapi juga pelajaran berharga dalam bersikap. Saya belajar untuk lebih menghargai pendapat orang lain, menerima masukan, dan menjadi pendengar yang lebih baik saat berdiskusi maupun bekerja dalam tim. Proses panjang ini juga membuat hubungan saya dengan teman-teman sekelas menjadi semakin akrab karena kami sering berkomunikasi, saling membantu, dan melewati berbagai tantangan bersama. Semua pengalaman tersebut membuat saya merasa lebih dewasa, lebih terbuka, dan semakin menghargai kerja sama dalam satu kelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top