Refleksi Uprak Karina XII-B2/28

Kegiatan ujian praktik (uprak) drama tentang Tjilik Riwut menjadi salah satu pengalaman pembelajaran yang paling berkesan bagi saya selama di kelas XII. Dalam kegiatan ini, saya mendapat tanggung jawab sebagai bagian dari sie kostum, yang membuat saya belajar banyak hal baru, terutama tentang pentingnya persiapan, kerja sama tim, serta tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

Proses persiapan dimulai sejak tanggal 7 November 2025 dengan kegiatan dekorasi. Pada tahap awal ini, kami mulai merancang konsep visual yang sesuai dengan tema cerita. Saya menyadari bahwa tahap dekorasi bukan hanya sekadar menghias, tetapi juga membantu membangun suasana agar penonton dapat lebih merasakan latar cerita. Dari sini saya belajar bahwa setiap detail kecil memiliki peran penting dalam mendukung keseluruhan pementasan.

Kemudian pada tanggal 10 Januari 2026, kami melanjutkan persiapan dengan membuat teaser. Pada tahap ini, saya ikut serta dalam proses makeup para pemeran tentara. Pengalaman ini membuat saya memahami bagaimana makeup tidak hanya berfungsi untuk mempercantik, tetapi juga untuk memperkuat karakter tokoh agar terlihat lebih hidup dan sesuai dengan peran yang dimainkan. Saya juga belajar untuk lebih teliti dan sabar karena proses makeup membutuhkan ketelitian agar hasilnya maksimal.

Pada tanggal 16 Januari, kami mengadakan foto sie serta sesi foto studio untuk keperluan trailer. Dalam kegiatan ini, saya membantu menyiapkan kostum dan makeup agar para pemeran tampil sesuai dengan karakter yang diperankan. Pengalaman ini cukup menantang karena kami harus memastikan tampilan tetap rapi dan konsisten di depan kamera. Dari sini saya belajar pentingnya ketelitian, koordinasi, serta kesiapan dalam bekerja di situasi yang membutuhkan hasil visual yang maksimal.

Memasuki bulan Januari hingga Februari, intensitas latihan menjadi semakin sering. Seluruh tim mulai lebih fokus untuk menyempurnakan pementasan, baik dari segi akting, teknis panggung, maupun kesiapan kostum. Di sisi lain, saya terus mempersiapkan kostum dan makeup agar sesuai dengan kebutuhan setiap adegan. Saya belajar mengatur waktu dengan lebih baik antara mengikuti latihan dan memastikan semua perlengkapan siap digunakan saat pementasan.

Menjelang hari penampilan, kami menjalani latihan intensif mulai hari Senin sampai Rabu sebelum tampil pada hari Kamis. Latihan ini terasa cukup melelahkan karena jadwal yang padat, namun juga sangat membantu kami untuk lebih siap dan percaya diri. Saya melihat bagaimana seluruh tim bekerja lebih serius, saling mengingatkan, dan berusaha memperbaiki kekurangan agar saat hari H semuanya bisa berjalan dengan lancar. Pengalaman latihan intensif ini mengajarkan saya tentang pentingnya konsistensi, ketekunan, dan semangat kebersamaan dalam mencapai hasil terbaik.

Melalui pengalaman ini, saya menyadari bahwa peran di balik layar seperti sie kostum sama pentingnya dengan peran di atas panggung. Tanpa persiapan kostum dan makeup yang baik, karakter dalam cerita tidak akan tersampaikan dengan maksimal kepada penonton. Hal ini membuat saya lebih menghargai setiap peran dalam sebuah tim dan pentingnya saling mendukung satu sama lain.

Selain itu, kegiatan uprak ini juga melatih saya untuk menjadi lebih bertanggung jawab, disiplin, serta mampu bekerja sama dengan banyak orang yang memiliki tugas berbeda-beda. Saya belajar bahwa komunikasi yang baik sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahan saat persiapan maupun saat pementasan berlangsung.

Secara keseluruhan, pengalaman mengikuti uprak drama ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya, baik dari segi keterampilan maupun sikap. Saya tidak hanya belajar tentang kostum dan makeup, tetapi juga tentang kerja keras, kesabaran, dan pentingnya kontribusi setiap individu dalam mencapai tujuan bersama. Pengalaman ini akan menjadi kenangan yang berharga sekaligus pembelajaran yang dapat saya terapkan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top